A.
Terjadinya Gelombang
Gelombang
terjadi karena adanya usikan yang merambat.Menurut konsep fisika,
cerminan gelombang merupakan rambatan usikan, sedangkan mediumnya tetap. Jadi,
gelombang merupakan rambatan pemindahan energi tanpa diikuti pemindahan massa
medium
gambar 1.
B.
Pengertian Gelombang Mekanik
Gelombang
mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium dalam perambatannya.
Contoh
gelombang mekanik :
- Gelombang yang terjadi pada tali jika salah satu ujungnya digerak-gerakkan.
gambar 2
- Gelombang yang terjadi pada permukaan air jika diberikan usikan padanya ( misal dengan menjatuhkan batu di atas permukaan air kolam yang tenang ).
gambar 3
C.
Gelombang Transversal
Gelombang
transversal adalah gelombang yang arah rambatannya tegak lurus arah getarannya
( usikannya ).
Perhatikan
ilustrasi berikut ini !
gambar 4
Contoh
gelombang transversal :
-
getaran sinar gitas yang dipetik
-
getaran tali yang digoyang-goyangkan pada salah satu ujungnya
D. Gelombang Longitudinal
Gelombang
longitudinal adalah gelombang yang arah rambatannya sejajar dengan arah
getarnya (arah usikannya )
gambar 5
Perhatikan
ilustrasi berikut ini !
gambar 6
Contoh
gelombang longitudinal :
-
gelombang pada slinki yang diikatkan kedua ujungnya pada statif kemudian
diberikan usikan pada salah satu ujungnya
gambar 7
-
gelombang bunyi di udara
gambar 8
Panjang Gelombang
E.
Pengertian Panjang Gelombang
Panjang
satu gelombang sama dengan jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode.
1)
Panjang gelombang dari gelombang transversal
Perhatikan
ilustrasi berikut!
gambar 9
Pada
gelombang transversal, satu gelombang terdiri atas 3 simpul dan 2 perut. Jarak
antara dua simpul atau dua perut yang berurutan disebut setengah panjang gelombang
atau ½ λ (lambda),
2)
Panjang gelombang dari gelombang longitudina
Perhatikan
ilustrasi berikut !
gambar 10
Pada
gelombang longitudinal, satu gelombang (1l) terdiri dari 1 rapatan dan 1 reggangan.
F.
Cepat Rambat Gelombang
Jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam satu
sekon disebut cepat rambat gelombang. Cepat rambat gelombang
dilambangkan dengan v dan satuannya m/s atau m s-1.
Hubungan antara v, f, λ, dan T adalah sebagai berikut :
gambar 11
Keterangan
:
λ=
panjang gelombang , satuannya meter ( m )
v = kecepatan rambatan gelombang,
satuannya meter / sekon ( ms-1 )
T
= periode gelombang , satuannya detik atau sekon ( s )
f
= frekuensi gelombang, satuannya 1/detik atau 1/sekon ( s-1 )
G.
Pemantulan Gelombang
Jika
gelombang melalui suatu rintangan atau hambatan, misalnya benda padat, maka
gelombang tersebut akan dipantulkan. Pemantulan ini merupakan salah satu sifat
dari gelombang.
Berikut
ini adalah contoh pemantulan pada gelombang tali
gambar 12
gambar 13 (Pemantulan
ujung terikat)
gambar 14 (Pemantulan ujung bebas)
Pemantulan
gelombang pada ujung tetap akan mengalami perubahan bentuk atau fase. Akan
tetapi pemantulan gelombang pada ujung bebas tidak mengubah bentuk atau
fasenya.
H. Persamaan Kecepatan Perambatan Gelombang
Kecepatan
perambatan gelombang adalah satu panjang gelombang dibagi periode. Secara
matematis kecepatan perambatan gelombang V dapat ditulis sebagai berikut
:
Karena
f = 1/T maka kecepatan perambatan gelombang juga dapat ditulis
sebagai berikut :
dengan
:
v
= kecepatan perambatan gelombang (m)
T = Periode gelombang (s)
f = Frekuensi gelombang (Hz)
λ = panjang gelombang (m)
I.
Persamaan Gelombang
Jika seutas tali yang cukup
panjang digetarkan sehingga pada tali terbentuk gelombang transversal berjalan.
Gelombang merambat dari titik A sebagai pusat koordinat menuju arah
sumbu x positif. Perhatikan gambar dibawah ini.
gambar 15
Jika
titik A telah bergetar secara periodik selama t sekon. Simpangan
gelombang di titik A akan memenuhi simpangan getaran harmonik, yang
memenuhi persamaan berikut:
dengan:
y = Simpangan gelombang (m)
A = Amplitudo atau simpangan maksimum (m)
ω = Kecepatan sudut (rad/s)
t = Lamanya getaran (s)
Oleh karena :
y = Simpangan gelombang (m)
A = Amplitudo atau simpangan maksimum (m)
ω = Kecepatan sudut (rad/s)
t = Lamanya getaran (s)
Oleh karena :
maka
persamaan simpangan diatasdapat ditulis menjadi :
y
= A sin 2π φ
Referensi:
- Handayani Sri.2009.Fisika Untuk Sma/Ma Kelas XII.Jakarta.Depertemen Pendidikan Nasional



















